AL KHISAH
BALADA TABIB ABU².
Tabib ini memiliki kemampuan luar biasa sehingga bxk pasien, antri dan bxk pasien yg disemmbuhkan.
Ia mendapat ilmu penghusada ini dg media *sahabat* atau *khodam* ...nah sahabat atau khodam ini mengajarkan dan menuntun tiap kali yg didampingi mengobati pasien.
Dan dialog secara batin antara manusia/tabib tsb, dengan khodam pendamingnya yaitu berisi MOU atau PERJANJIAN.
dimana isi MOU ini:
Tabib melakukan amalan dan khodam pun datang:
-khodam: assalamualaikum
-tabib: waalaikumsalam
-Tabib: kenapa engkau datang?
-khodam: aku akan membantumu dlm pengobatan
-tabib: bagaimana caranya?!
-khodam: ngkau yg bersyariat mengobati aku yg membantu secara ghaib.
-Tabib: pasien laki atau perempuan?!
-khodam: semuanya!!!
-tabib: apakah harus menyentuh?!
-khodam: iya!!!
-Tabib: apakah menyentuh wanita juga boleh?!
-khodam: boleh asal ngkau, menghilangkan nafsu mu.
-tabib: baiklah. Apa imbalan yg harus kuberikan?!
-khodam: aku menolongmu dg Ikhlas.
-tabib: jika aku ingin memutuskan persahabatan ini, bagaimana caranya?!
-khodam: cukup ngkau suruh aku pergi. Maka aku pergi.
Singkat cerita si tabib menjadi seakan memiliki karomah. Mengobati segala macam penyakit medis maupun non medis, terutama tantangan terbesar tabib menangani pasien yang bukan muhrim, cantik serta sintal. Dan sangat menggoda birahi, tetapi tabib kuat menahan nafsu itu. Bahkan mengobati dan menyentuh aurat wanita seperti paha payudara pinggang bokong dsb.
Tabib merasa bangga atas karomah yg Allah berikan. Banyak pasien sembuh. Baik laki atau wanita. Dalam alam bawah sadarnya si tabib lebih interest menghadapi wanita² bening. Karena ini berdasarkan *NALURI* lelaki.
Akhirnya si tabib timbul rasa ragu (qolbu memberontak) apakah yg ia perbuat itu sudah Allah ridhoi dan sesuai Nabi Muhammad?!
Satu tanda tanya besar dalam angannya, *kan memegang yg bukan muhrimnya itu termasuk dosa besar/haram*
Tetapi khodam ku adalah buah amalan ku. Dari kitabullah. Khodamku islam dan sosok yg paham agama, serta berpakaian islami, bersorban dan lengkap dg gamis putih.
Akhirnya si tabjb tsb. Menemui saya dan bertanya pada saya, perihal yg ia alami
Dan saya bertanya beberapa pertanyaan yg sy tidak butuh jawaban.
1. Jika kamu masih ingin disebut manusia, apakah benar bisa menghilanhkan nafsu(birahi)?!
2.Jika benar apakah aurat² yg pernah antum lihat dg mata dan diraba dg tangan itu hilang sepenuhnya dari ingatan?! Baik bentuknya ataupun rasa merabanya?!
3. Ya, mungkin sj saat melakukan pengobatan antum bisa mengontrol nafsu karena khodam membantu, tetapi lepas dari itu bagaimana dengan ingatan berupa penglihatan dan rasa?!
4. Adakah ridho Allah jika mmg disebut karomah dengan menabrak syariat yg sudah disyariatkan Rasulullah saw?!
5. Antum bertanya pd khodam mengenai bagaimana cara memutuskan perjanjian ini, dan khodam menjawab aku membantuk dg ikhlas, memutuskan perjanjian tinggal antum suruh aku pergi, *maka aku pergi*. Disini poin nya.
Saya bertanya apakah antum percaya perkataan khodam itu?!
6. Bagaimana antum membuktikan khodam itu jujur benar² mau pergi?!
7. Apakah antum tau jin iblis itu hakikatnya tidak butuh imbalan untuk menawarkan kesesatan dalam bentuk indah?!
Ia terhenyak sesaat... tak kuasa menjawab. Karena jawaban itu untuk diri sendiri.
Dia dan kawannya terhenyak sejenak, dan menangis setelah sesaat ia fikirkan dan ia jawab dalam benak dan hatinya.
Beginilah sy memberikan pemahaman.
Saya harap tulisan saya ini memberikan 1 jendela cakrawala lain, untuk memahami dimana posisi ilmu dan akhlak, dimana posisi haq atau batil.
*tabib ryan anggar s*
No comments:
Post a Comment