Asalamualaikum wr wb
Senang sekali penulis masih deberi kesempatan untuk sharing pengalaman dan bukan ilmu jarene/katanya. Dan bahagianya hati ini berbagi informasi dan pengalaman pribadi. Dan semoga para pembaca bisa mengambil hikmah dari artikel saya yang awam ini.
Sering kita mendengar, tentang dzikir nafas dan dzikir hati melantunkan tasbih tasbih dan shalawat nabi.
Sebagaimana Rasulullah saw bersabda: “jangan jadikan rumahmu seperti kuburan”
Maksudnya rumah disini adalah hati/batin/qolbu manusia yang di isi dengan tasbih dan shalawat sehingga terhindar dari hati yang keras dan mati(sepi seperti kuburan)’
Dan al quran sudah menjelaskan di surat al araaf ayat 205 yang berbunyi: “dan sebutlah (nama) tuhanmu DALAM HATIMU dengan merendahkan diri dan rasa takut, DAN DENGAN TIDAK MENGERASKAN SUARA, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang orang yang lalai”.
jadi maksudnya dari ayat ini adalah hendaknya kita berdzikir atau bertasbih tiada hentinya pagi dan malam.dan jangan lalai(maksudnya terus menerus)
Dan tidak mengeraskan suara(berkaitan dengan aliran islam tertentu) mangkanya kadang ada yang pingsan dan gila jika dzikirnya kerrrrrasssss suaranya (penulis tidak tahu kenapa tapi coba kita renungkan dan fikirkan pakai hati)
Persamaan dzikir nafas dan dzikir hatia yaitu berdzikir bertasbih kepada Allah swt dan bershalawat kepada Rasulullah saw.
Lantas apasih perbedaannya? Baiklah mari kita bahas bersama sama karena penulis bukan seorang guru, hanya cita cita ingin menjadi seorang yang arif(kalau bisa), maka mohon maaf jika ada ketidak sempurnaan pada artikel saya ini.
Check it out :D
A. Dzikir nafas yaitu dzikir yang melantunkan tasbih dan shalawat beriringan dengan nafas kita dan diatur dirasakan sedemikian rupa sehingga akan mencapai harmonisasi antara nafas kita dan dzikir kita. Dzikir ini mengingatkan kepada kita nikmat yang nomer wahid yaitu nafas(taline jiwo)bahwa dengan nafas inilah manusia bisa menikmati segala fasilitas dunia ini melalui tubuh yang fana(bisa mati) ini. Dengan ruh yang bertalikan jiwa(nafs) kita bisa melakukan segala nikmat yang di anjurkan agama atau nikmat yang mengandung dosa(nikmat sementara). Jadi apapun masalah kita bersyukurlah kita masih diberi nafas oleh tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Dan mengingatkan kita bahwa manusia hidup di dunia itu bisa mati kapan saja jika nafs kita tidak lagi menjadi tali dengan jasad kita.
B. Dzikir hati yaitu dzikir yang menitik beratkan ke hati atau qolbu dimana dzikir ini manfaatnya bisa membuka pintu pintu ghaib jika dzikir kita ikhlas dan tidak dikotori oleh nafsu(Allah maha tahu). Membuka pintu ghaib disini bukan kelebihan bisa melihat hantu seperti untilanak,enderuwo, ocong dan lainnya. Itu justru kena gangguan jin dan harus di ruqiah syar’i. maksud dari Allah akan membuka tabir ghaib kepada hambanya yang tulus ikhlas ber tasbih dan bershalawat adalah salah satu contohnya bertemu dengan Rasulullah saw melalui mimpi(rasul tidak bisa ditiru oleh jin manapun), dan ada yang diperlihatkan mekkahnya para malaikat (baitul makmur) dan banyak lagi lainnya. Dan dzikit hati ini bisa menguatkan jiwa kita terutama bagi yang sedan melakukan ruqiah mandiri dan hijrah dari pendosa ke pentoubat… dan membantu lebih mendengarkan jin qorin kita yang mengajak ke kebaikan dan lebih kuat menolak ajakan dosa jin qorin kita. Insyaallah. Untuk selebihnya buktikan sendiri karena banyak keajaiban bagi muslim yang senantiasa mengamalkan al quran(bukan cm dibaca) surat al araaf ayat 205 ini.
Kurang lebihnya saya mohon maaf
Terimakasih…
Wasalammualaikum wr wb
No comments:
Post a Comment